jump to navigation

Dijual Murah O2 XDA Atom Life March 11, 2010

Posted by mozamal in bandung, Blogroll, Gadget, Gadget/Komputer, Lain-lain.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
4 comments

Dijual Murah O2 XDA Atom Life.

klik link di atas

Jual O2 Atom life Black lengkap,

bekas pake sendiri

mulus, seperti baru

HSDPA, 3G

Specification 3G Network ,

HSDPA 1900 / 2100, EDGE ,

WLAN Wi-Fi 802.11b/g,

Camera Primary 2 MP, 1600×1200 pixels,

Secondary videocall camera,

LED flash,

Radio Stereo FM radio with RDS

fullset (minus charger + headset),

Harga 2,6 jt (NEGO)

081321066221

Happy New Year 2010 December 31, 2009

Posted by mozamal in Blogroll.
Tags: ,
2 comments

Happy New Year 2010

Contreng Mencontreng April 9, 2009

Posted by mozamal in Blogroll.
Tags: , ,
add a comment

mencontreng…

gede banget…

bilik suara kecil banget…

pusing…

yang penting pemerintah gak ingkar janji, perhatikan rakyat yang sudah bersusah payah!!

Nulis Lagi di Blog March 30, 2009

Posted by mozamal in Blogroll.
Tags: ,
2 comments

Sudah lumayan lama nggak nulis di blog ini, kangen juga, sebenernya setiap hari juga ngunjungin blog pribadiku ini, tapi baru hari ini lagi nulis, sambil begadang di kantor yang lagi nyiapin keperluan buat kick off meeting di BTN [Bank Tabungan Negara]

Begadang [pertama] di Awal Tahun January 11, 2009

Posted by mozamal in Blogroll.
Tags: , ,
1 comment so far

wah..begadang lagi..awal tahun 2009 ini..
layout…
design…
printing..
let’s go!!

Menanti Kunjungan ke-5000 January 4, 2009

Posted by mozamal in Blogroll.
Tags: , ,
5 comments

countdown…menanti kunjungan ke-5000

:)…

Mengawali 2009 January 2, 2009

Posted by mozamal in Blogroll.
Tags: , ,
2 comments

…tahun 2009, diawali dengan FLU hiks..hiks..tapi tetap semangat menyongsong tahun baru ini…:)

kamis [14 Agustus 08], Menjelang Jumat [15 Agustus 08] August 14, 2008

Posted by mozamal in bandung, Blogroll, Lain-lain.
Tags: ,
5 comments

begadang…begadang…dan begadang…:)

*sambil mikir gak tau mau nulis apa lagi :))*

Menjemput Surga July 8, 2008

Posted by mozamal in Blogroll.
Tags:
16 comments

Saya tidak ragu dan malu untuk mencopypaste kan artikel ini dari site mbak Ratna yang meng-copy nya juga dari Republika, menggugah dan membuat kita berpikir….

===============================================

Oleh: Zaim Uchrowi

Wito namanya. Ia seorang yatim. Ayahnya meninggal saat ia masih di bangku Madrasah Ibtidaiyah. Sedih tentu. Tapi, ia dan keluarga bukan tipe manusia yang gampang patah. Ibunya pekerja keras, biasa membantu keluarga tetangga memasak untuk hajatan. Wito kecil itu juga seorang ulet. Ia bekerja keras membantu siapa pun sambil bersekolah. Lulus SMA swasta di kampungnya, ia hijrah ke Jakarta untuk ‘ikut orang’. Ia bukan saja andalan keluarga yang diikutinya untuk tugas-tugas domestik, namun juga andalan masjid untuk menjaga kebersihan. Masih sempat pula ia kuliah. Meskipun dengan tertatih-tatih, ia mampu merampungkan kuliahnya. Sebuah bekal untuk memperoleh pekerjaan di sebuah kantor di Solo.

Di kantor itu, ia pekerja andalan. Ia sanggup mengerjakan tugas apa pun tanpa pilih-pilih. Kepala Bagian Umum menjadi tempat yang pas baginya, sampai kemudian perusahaan itu bangkrut. Ia harus kehilangan pekerjaan, saat sudah harus menanggung beban keluarga dengan satu anak. Limbung? Wito bukan seorang yang suka memikirkan nasib. Apalagi, meratapi dan mengasihani diri sendiri sebagaimana jutaan manusia lain. Ia memilih berbuat dan berbuat. Ia tahu persis bahwa perbuatanlah, dalam istilah agama adalah amal, yang akan dinilai di Hari Akhir nanti. Bukan pikiran, apalagi ratapan. Mushala kecil di sekitarnya ia rawat dengan baik. Anak-anak di sekitar itu diajarinya mengaji, tanpa bayaran sama sekali. Untuk penghidupannya sendiri, ia menyewa becak dari tetangganya. Tanpa ragu dan malu sama sekali serta tanpa mempersoalkan bahwa dirinya sarjana, ia menarik becak itu. Sebuah becak yang kemudian menjadi miliknya.

Sang istri semestinya bisa membantunya. Tapi, kondisi fisik istrinya ternyata sangat lemah. Apalagi, saat istrinya hamil. Dengan riang hati, Wito menyampaikan pada istrinya untuk berhati-hati dan menjaga kesehatannya sendiri. Seluruh urusan pekerjaan rumah ia tangani sendiri pula. Seusai jamaah Subuh di mushala, ia akan masak untuk keluarga, mencuci pakaian, serta menyapu rumah dan halaman sekitar. Lalu, ia mandi dan menarik becak hingga sekitar pukul 10 pagi. Saat itulah ia akan membelokkan becaknya ke pasar untuk berbelanja kelapa.

Dengan tangannya sendiri, ia membuat gerobak untuk berjualan es kelapa di dekat rumahnya. Sendiri ia berjualan es kelapa. Dengan harga murah, tempatnya menjadi pilihan para pengendara motor untuk istirahat sejenak, menghapus dahaga. Malam hari, setelah mengajar mengaji, ia sempatkan diri untuk mengikuti kursus pijat terapi. Ia terus perdalam sampai menjadi pemijat mahir. Jam berapa pun diminta untuk memijat, ia akan berangkat tanpa pernah mau menetapkan ongkosnya. Berapa pun yang ia dapatkan, akan ia syukuri.

Menarik becak, jualan es kelapa, hingga menjadi pemijat menjadi ladang rezeki yang terus ditekuninya dengan riang. Hasilnya, di antara banyak teman seangkatannya, kehidupannya relatif berkah. Ia punya rumah dengan tanah hampir seluas 300 meter di tepi salah satu jalan penting di Kota Solo. Ia dapat menyekolahkan anaknya ke sekolah yang bagus, yang oleh kalangan kebanyakan sudah dipandang elite. Lebih dari itu, praktis shalat lima waktunya terjaga untuk selalu berjamaah. Hal yang sekarang semakin sulit dijaga oleh kita yang kadang merasa menjaga agama sekalipun.

Di tengah jutaan para sarjana yang lebih banyak hilir mudik mencari pekerjaan; di tengah jutaan pegawai negeri ataupun swasta yang kegembiraan utamanya memperoleh komisi; di tengah banyak pebisnis besar yang sebenarnya cuma calo; di tengah banyak orang-orang terhormat yang seolah bekerja untuk rakyat, tapi kesibukan utamanya mencari jalan untuk ‘mencuri’ uang rakyat; Wito sungguh penjemput surga yang efektif. Ia seorang yang riang untuk selalu berbuat dan berbuat.

Hanya sesekali ia tampak sedih, dengan alasan yang istimewa. Di antaranya, setelah pemerintah menaikkan harga BBM secara mendadak. Tanpa bertahap. Setelah kenaikan harga BBM itu, ia sebagaimana ratusan ribu pedagang kecil lainnya harus berhenti berdagang. Harga jual es-nya tak lagi cukup untuk membeli kelapa di pasar. Ketika ia mencoba menaikkan sedikit harga itu, orang-orang tak lagi mampu membeli. Maka, ia pun menutup usaha. “Kasihan, pelanggan saya tak kuat lagi membeli,” katanya. Ia, sekali lagi, lebih mengasihani orang lain ketimbang diri sendiri.

Adakah di antara kita yang lebih dekat ke jalan surga ketimbang Wito? Adakah jalan untuk menjadikan seluruh bangsa ini menjadi pribadi-pribadi penjemput surga? Yakni, pribadi yang tak punya rasa sakit hati, kecewa, apalagi putus atas. Juga pribadi yang tidak malas, namun justru antusias untuk terus berbuat dan berbuat.

Mudah-mudahan bermanfaat…:)

Mewujudkan Lompatan Besar dalam Karir July 8, 2008

Posted by mozamal in Blogroll.
Tags: , ,
6 comments

Taken from Business Week Indonesia

Aturan No.1: Perbaiki Resume

Tak ada yang lebih menyebalkan ketimbang resume yang dipenuhi jargon, meski yang seperti itu masih sering ditemukan di meja personalia. sebuah resume “Lompatan Besar” harus terdengar seperti tulisan seorang manusia mengenai dirinya sendiri.

Aturan No.2: Jangan Menunggu Iklan

Pelaku “Lompatan Besar” tak menunggu iklan lowongan. Mereka berkomunikasi dan menciptakan percakapan yang mengarah pada penawaran pekerjaan, gaji, atau kesepakatan konsultasi.

Aturan No.3: Ikut Sertakan Teman

Jika Anda selama ini bukan orang yang berjejaring, mulialah melakukannya. Pasalnya, sebuah “Lompatan Besar” membutuhkan partisipasi dan dukungan jaringan Anda.

Aturan No. 4: Manfaatkan Fasilitas Online

Ciptakan sebuah profil LinkedIn atau lainnya untuk memberi tahu kepada dunia mengenai siapa Anda serta apa yang Anda ketahui dan minati. Jika Anda suka menulis, lanjutkan dengan membuat blog, podcast, dan tulisan singkat di Twitter.com atau yang lain.

Aturan No. 5: Jangan Menyalahgunakan Jejaring

Perlakukan jejaring sebagai sumber pemikiran terpercaya, bukan sebagai sebuah bank bantuan. Dari berbagai percakapan yang berbobot, pasti akan tercipta perkenalan pribadi, jika memang hal tersebut diinginkan.

Aturan No. 6: Jangan Lupakan Riset

Sebuah “Lompatan Besar” sangan bergantung pada riset dan sikap selalu berhati-hati. Anda bisa bertemu para pakar dalam bidang terkait, menghadiri berbagai konferensi industri, hingga melakukan eksplorasi online terhadap berbagai kesepakatan dan langkah orang lain.

Aturan No. 7: Anda Adalah Seorang Wiraniaga

Anda menganggap diri Anda seorang jagoan TI, pakar pemasaran, atau ahli inovasi? Anggapan tersebut benar. Namun, suka atau tidak, Anda juga seorang Wiraniaga. Anda sedang menjual diri sendiri. Bagaimana bila Anda memandang diri bukan sebagai orang yang mampu menjual? Carilah peluang untuk mengasah kemahiran tersebut: Presentasikan ide besar kepada bos atau yakinkan rekan Anda untuk menjalankan sebuah ide yang tampaknya sulit.

Aturan No. 8: Perbaiki Kisah Anda

Dalam setiap Lompatan Besar -entah itu melalui interview tatap muka, online, atau teleph- Anda harus menceritakan kisah Anda denga cara yang ringkas dan menarik. Jangan menceracau tak jelas; ceritakan saja apa yang perlu diketahui orang.

Aturan No. 9: Pilih Panutan

Entah Anda sedang menuju suatu tugas internasional, petualangan wirausaha, atau sesuatu yang sangat berbeda, fokuslah pada orang yang Anda kenal atau tokoh publik yang Anda kagumi. Pelajari Lompatan Besar mereka dan cari tahu mana yang cocok bagi Anda.

Aturan No. 10: Terbukalah

Sebuah Lompatan Besar tak mengharuskan Anda mengetahui secara pasti apa yang diinginkan sejak awal. Sebuah Lompatan Besar mengharuskan Anda memiliki keinginan untuk mencari tahu dan melakukannya. Buka telinga, mata, dan pikiran. Itu bukan berarti Anda tak boleh fokus. Yang kami maksud adalah Anda tidak boleh kaku.

wah…arahan yang sangat menarik dan perlu juga di implementasikan 😉